Tampilkan postingan dengan label |Motivasi|. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label |Motivasi|. Tampilkan semua postingan

Perbedaan Otak Kanan dan Otak Kiri

Beneran ya..buku itu adalah gudang ilmu..dan membaca itu mendatangkan ilmu. Tau kan buku "7 Keajaiban Rezeki" dan "Percepatan Rezeki Dalam 40 Hari dengan Otak Kanan"nya karya Ippho Santosa ?? Di buku itu aku temukan banyak ilmu..tentang cara-cara mempercepat dibukanya pintu rezeki dan Insya Allah pastinya mau aku praktekkan..without any doubt or question..

TARGET

Pernah denger kata "target" kan ? Atau malah pernah ditanya, "Target kamu apa ?" Alergi dengan kata itu ? Alergi dengan pertanyaan itu ? Pasti kita sering nemuin orang yang ngga suka dengan kata "target".. Atau mungkin bahkan kita sendiri yang ngga suka dengan kata "target"..

aku dulu nggak suka ya punya target..Aku dulu pengennya hidup itu mengalir gitu aja kayak air. Jadi ya pasrah aja dengan keadaan hidup mau dibawa kemana. Dibawa ke sana ya hayyoooooooooo...dibawa ke sini ya hayyooooooooooo... Pasrah... Pasrah atau malas?? kecil loh bedanya.. ;-)

Dan ini aku pahami sejak serius bangun bisnis di bisnis online Oriflame bersama dBC Network. Duluuuuu.. aku jalankan bisnis ini ya sambil lalu aja..nggak niat-niat banget. ada yang mau ikutan ya syukur..nggak mau juga nggak apa-apa. Tapi ternyata aku salah..iya..salah.. Salah karena akhirnya selama 10 bulan aku stuck aja di level yang sama padahal jenjang karirnya bagus banget. 

Jujur yaaa... jenjang karir bisnis Oriflame ini jaauuuhhh lebih bagus daripada kerja di kantoran! Beneran deh..apalagi buat ibu-ibu yang punya anak..Karena bersama dBC Network, kita kerja secara online. Jadi bisa sambil jaga anak di rumah.Suami pindah tugas ke mana pun bisnis masih bisa tetep jalan dengan baik. Kita tinggal tenteng laptop dan koneksi internet. Peningkatan penghasilannya dalam 1 tahun bisa sampai 10x lipat!! Dengan catatan, kita kerjanya bener yaaa.. segala yang dinasehatkan pendahulu kita yang udah sukses duluan di bisnis ini memang dikerjakan. Karena..TANPA TUJUAN YANG JELAS, KITA TIDAK AKAN PERNAH SAMPAI DI TEMPAT YANG DIHARAPKAN! Nih..liat sendiri ya jenjang karirnyaa...



Sama aja kooqqq sama naik mobil. Misalnya nih..pengen jalan-jalan naik mobil, tapi nggak tau mau kemana. Yang ada yaaaa..cuma muter-muter aja. Mau masuk ke Mall A, males liat antrian mobilnya. Puter arah...Mau masuk ke Mall B, males karena barang-barangnya mahal-mahal. Balik lagi belok kiri..Mau masuk ke Mall C, males karena jauh dari rumah. Ya udah akhirnya Mall D aja deh yang deket rumah. Di dalam Mall D, udah aja gitu keliling-keliling mall tanpa tujuan sambil liat-liat barang yang dijual. Semua barang diliatin tapi nggak ada yang dibeli. (Hahahahahaaa.. aku banget kalau lagi iseng.. :-P). Akhirnyaaa..pulang dengan rasa lelah, trus nggak dapet apa-apa. Rasanya nggak puas kan??

Lain halnya kalau kita punya tujuan. Rasa puaassss nya itu luuaarrrr biasaaaaa kalau tujuan kita tercapai. Dan untuk mencapai tujuan itu, pasti perlu effort kan yaaaaa??

Jadi sebenernya untuk apa sih target itu ?? Target itu ya berfungsi sebagai tujuan hidup kita jangka pendek ataupun jangka panjang. Dari target yang udah ditetapkan, bisa kita breakdown sehingga kita bisa tau apa yang musti dilakukan per tahun, per bulan, per hari, bahkan per jam untuk mencapai target itu. 

Dan gimana kalau misalnya targetnya miss ? Kita introspeksi aja..apa yang sudah dan yang belum dilakukan. Kalau ada manual book nya, dari manual book itu, apa yang sudah dan yang belum kita lakukan..berapa jam per hari kita kerja?

Mudah kan ? Keliatannya mudah yaaa. Aku tau koq, butuh usaha yang ekstra untuk bisa merubah diri dari yang ngga suka dengan sesuatu, menjadi suka dengan sesuatu. Dari nggak suka sama target, jadi suka sama target. Tapi... yang namanya perubahan ke arah yang lebih baik, perubahan yang positif, PASTI hasilnya juga positif. And it's worth the sacrifice ;-)

Target yang kita tetapkan pasti akan tercapai koq..Insya Allah..asal kita mau tekun, pantang menyerah, dan terrruuusssss belajar !

Memahami Fungsi Otak Kanan dan Kiri

Otak besar atau serebum yang terletak di atas batang otak merupakan bagian terbesar dari otak manusia. Bagian ini bertanggung jawab atas semua kegiatan intelektual, seperti kemampuan berpikir, menalarkan, mengingat, membayangkan, serta merencanakan masa depan.
Otak besar dibagi menjadi belahan (hemisfer) kiri dan belahan kanan. Masing-masing sisi mempunyai fungsi yang berbeda. Otak kiri berfungsi dalam hal-hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat matematika. Bagian otak ini merupakan pengendaliintelligence quotient (IQ). Daya ingat otak bagian ini juga bersifat jangka pendek.
Sementara itu otak kanan berfungsi dalam perkembangan emotional quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, dan melukis.
Belahan otak mana yang lebih baik, tidak mudah untuk dijawab sebab masing-masing sisi mempunyai fungsi yang berbeda. Akan tetapi, menurut para ahli, sebagian besar orang di dunia hidup dengan lebih mengandalkan otak kirinya.
Para pengguna otak kiri pada umumnya lebih kuat dalam matematika. Mereka juga cenderung memiliki telinga kanan lebih tajam, kaki dan tangan kanannya juga lebih tajam daripada tangan dan kaki kirinya. Demikian juga sebaliknya dengan pengguna otak kanan.
Bagaimana mengetahui seseorang menggunakan sisi otak bagian mana yang lebih dominan juga bisa diintip dari penampilan mejanya. Bila seseorang dominan menggunakan otak kanan, ciri meja kerjanya cenderung berantakan. Meski begitu dia mengetahui dengan pasti di mana letak barang-barang yang dicari serta apa yang saat itu sedang dikerjakan. Sebab, mereka yang lebih banyak menggunakan otak kanan, proses berpikirnya paralel, sedangkan pengguna otak kiri cara berpikirnya serial.
Untuk mengoptimalkan kinerja dua bagian otak, kita bisa melakukan senam otak (brain gym).  Prinsip senam ini adalah melakukan gerakan-gerakan menyimpang melewati bagian tengah atau yang disebut corpus callosum.

Dan Janganlah Kamu Berputus Asa

Dapet dari milis tetangga nih.. Cerita yang sanngggaaaaaatttt membuka mata!
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pada suatu saat iblis mengiklankan bahwa ia akan mengobral, perkakas-perkakas kerjanya. Pada hari H, seluruh perkakasnya dipajang untuk dilihat calon pembelinya, lengkap dengan harga jualnya. Seperti kalau kita masuk ke toko hardware, barang yang dijual sungguh menarik dan semua barang kelihatan sangat berguna sesuai fungsinya. Harganya pun tidak mahal.

Barang yang dijual, antara lain, adalah dengki, iri, tidak jujur, tidak menghargai orang lain, tidak tahu terima kasih, malas, dendam dan lain-lain.

Di suatu pojok display, ada satu perkakas yang bentuknya, sederhana, sudah agak aus, tetapi harganya sangat tinggi, bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan yang lain.

Salah satu calon pembeli bertanya, “Ini alat apa namanya? "Iblis menjawab : itu namanya putus asa" "Kenapa harganya mahal sekali, padahal sudah aus?" 

"Ya, karena perkakas ini sangat mudah dipakai dan berdaya guna tinggi. Saya bisa dengan mudah masuk ke dalam hati manusia dengan alat ini dibandingkan dengan alat lain. Begitu saya berhasil masuk ke dalam hati manusia, saya dengan sangat mudah melakukan apa saja yang saya inginkan terhadap manusia tersebut."

"Barang ini menjadi aus karena saya sering menggunakannya kepada hampir semua orang, karena kebanyakan manusia tidak tahu kalau Putus Asa itu milik saya." 

"Manusia bisa hidup satu minggu tanpa makan namun ia hanya dapat hidup satu detik tanpa harapan."

Salam,
Herni Ardiani


YM : diani_122
FB : Herni Ardiani Rendy
Twitter : @herniachfan
Telp : +62 8111 881 772


"Kami semua memulainya dari impian"

Itu adalah salah satu kalimat yang diucapkan New Diamond Director dBC Network, Mba Sharah Saleh Sugarda, saat recognisinya di acara d'Bistro Special Event di Gedung Sucofindo Ruangan Graha Nandika, Sabtu 20 November 2010. Sebuah kalimat yang sangaaaaaatttt sederhana (hehehehee...kayak rumah aja..RSS.. :p) tapi maknanya daleemm..

Kalau duluuuuuuu..waktu jaman-jaman kerja..yang membuatku bertahan adalah kontrak kerja yang mengharuskan aku kerja selama beberapa tahun lamanya dan kalau kurang dari itu aku resign, aku kena pinalti sebesar sekian belas juta Rupiah!

Kalau sekarang..IMPIAN...adalah alasanku untuk tetap bertahan di Bisnis Online Oriflame. And I think nothing can stop me from giving a huge effort to make my dreams come true. Tulisan "IMPIAN"nya warna-warni yach... hihihihiii... itu karena IMPIAN ku memang buanyaakkk..beraneka ragam..dan berwarna-warni seperti pelangi.. hahaha..

Kenapa aku yaQin dengan Oriflame dan dBC Network sebagai kendaraanku untuk raih semua IMPIAN  itu sedangkan  banyak orang yang mencibir??

1. Path Jenjang karirnya Jelaaaasss...
Nih..liat sendiri yaaaa...
Jadi aku tau arahku..dan yang menilai bukannya atasan..tapi hasil kerja ku yang dilihat dengan angka. Angka nggak pernah bohong kaaannn?? apalagi, angka nggak pernah subjektif!

2. Supportnya LUAR BIASA!!
Alhamdulillah aku masuk ke group dBC Network yang merupakan group dengan perkembangan tercepat se-ASIA (berdasarkan informasi dari Ted Boman, Managing Director Oriflame pada November 2010). Dan memang.. menurutku, pantaslah dBC Network mendapat gelar itu, karena memang supportnya LUAR BIASA banget!!

Dari Oriflame juga supportnya WOW..WOW..WOW.. Ada ORiflame University.. bener2 kayak kuliah lagiiiii..tp FREE! Yiipppiiyyy...
Fitur-fitur onlinenya juga canggih bin ajaibb..yang memungkinkan kita untuk bener-bener kerjanya dari rumah aja. Hebat lah pokoknya..

3. Barang yang dijual relatif terjangkau dan merupakan barang-barang kebutuhan sehari-hari..
ada sabun, shampoo, odol, sikat gigi, peralatan makeupnya bunda, parfum, perlengkapan bebersih buat kaum adam juga ada..DAAAANNNN...alhamdulillah semua perlengkapan yang dijual itu TIDAK MENGENAL RESESI. Kan nggak mungkin walopun lagi resesi ekonomi global sekalipun lalu kita gak mandi, gak sikat gigi, gak bebersih.. Ya Khhaaannnn?? ;P

4. Aku punya MIMPI..aku punya IMPIAN..
Melalui dBC Network dan Oriflame, udah buannyyyaaaakkk contoh orang yang sukses yang berhasil raih impiannya.. 
Path nya juga juelas sejeulas-jeulasnyah..
Cara mencapai kesana juga jelas sejelas-jelasnyah..

So..All that I have to do is WORK HARD(ER)
Repot tau klo uang pas-pasan..apalagi kalo kurang! ;P

See you at the TOP yaaa.. 

Salam,
Herni Ardiani


YM : diani_122
FB : Herni Ardiani Rendy
Twitter : @herniachfan
Telp : +62 8111 881 772


Hanya karena ingin bersama buah hati

Indonesia TEUTEUP MENANG!!

Mau nulis sedikit tentang Piala AFF 2010 kemarin..Ngga apa-apa ya sedikit telat..


Di hatiku, timnas sepakbola kita, tetep pemenang.












Di Final LEG 2 di GBK, menurutku mereka mainnya bagus banget..terrrruuuusssssssssssssssss..nyerang sampe detik terakhir. ngga ada yg nunjukin patah semangat..nggak ada yang nyerah walopun detik terus berjalan sampai akhirnya pertandingan selesai..


Suporter juga semuaaaaanya bersatu..


Dan itu HARUS DICONTOH!

Bukankah semangat PANTANG MENYERAH yang bikin Indonesia akhirnya MERDEKA dari penjajahan?? ;-)

Yang berhasil vs Yang belum berhasil

Teringat dengan pertanyaan seorang temenku yang nanya, "Ni..temen-temen gw banyak yang ikutan tapi mereka pada gagal tuh.."

Hihihihihiii.. sebenernya aku sedikit tergelitik dengan pertanyaan itu.. Kenapa?? Jadi keinget sama pertanyaan yang kurang lebih sama yang pernah terbersit di benakku waktu aku masih SMP dulu (ciyeehh..duluuuu..perasaan baru kemaren. wkwkwkwkwkkk.. *gak nyadar umur.. hihihihii.. :P)..Waktu itu pertanyaannya gini, "Ya Allah, setiap manusia kan sama bahwa dalam 1 hari = 24 jam, 1 jam = 60 menit, 1 menit = 60 detik, 1 bulan = 28/29/30/31 hari... tapi kenapa yaa..ada orang yang miskin dan ada orang yang kaya?? Apa sih Ya Allah yang membedakan??"

Then NOW I KNOW THE ANSWER!! Setelah merasakan punya bisnis sendiri..yang notabene adalah bisnis online Oriflame bersama d'BC Network (klik disini untuk gabung..).. baru deh ngerasain yang namanya jatuh bangun jalanin bisnisnya supaya tetep berjalan..supaya dapur tetep ngepul.. kekekekekekkk.. :D baru ngerasain yang namanya gimana rasanya jatuh.. gimana rasanya kecewa.. gimana rasanya mau menyerah (Alhamdulillah Allah menunjukkan kuasaNya untuk seolah mengatakan agar aku tetep ada di jalanku).. Waaahhh.. bener-bener semua jempol naik deh buat semua pebisnis sukses yang menjalankan bisnisnya dengan fair dan adil!!

Karena ternyata nih bapak-bapak dan ibu-ibu yang terhormat.. (hehehe..anggota DPR kallleeeeee.. kekekekek.. ;-)) sangaaattt berat rasanya untuk mulai bangun setelah kita terjatuh.. sangat sulit rasanya untuk mengubah rasa kecewa menjadi semangat.. apalagiii.. sangat butuh kekuatan lebih untuk bisa terrruuusss melangkah dan mengalahkan rasa ingin menyerah..and you know what??? I did conquer all those negative feelings that can be an obstacle to my success!! Banyak manusia yang kalah disitu..MENTAL.. menurutku.. untuk menjadi orang yang sukses, kita harus punya MENTAL YANG KUAT..Mentalnya orang sukses.

Klo ilmu bisa dipelajari.. bisa dihapal.. ada trainingnya.. Ada gak training untuk bisa bangkit setelah jatuh??? Ada gak training untuk bisa mengubah rasa kecewa jadi semangat??? Ada gak training untuk tetap terus melangkah dan mengalahkan rasa ingin menyerah?? Nggak ada..Yang bisa menaklukan semua itu hanya keinginan untuk terrruuussss berjuang agar bisa menembus impian kita.. ;-)

Salam,
Herni Ardiani


YM : diani_122
FB : Herni Ardiani Rendy
Twitter : @herniachfan
Telp : +62 8111 881 772


Raih Impian..Raih Cita-cita..

Ketika memutuskan ber-BISNIS
Yang di kepala kita apa yang dicari ?
UANG ? Bisa jadi hal utama ya ?

Siapa sih yang mau cuma berstatus pelaku BISNIS
Tapi tidak ada uangnya hihi...

Selain UANG, apalagi ya kira-kira ?
NETWORK ? Yang bisa bikin kita punya kesempatan yang lebih luas lagi, belajar, dan terbuka wawasan ?
hmmmm... rasanya IYA juga ya ?


Tapi ada juga yang menginginkan punya WAKTU FLEKSIBEL
Karena biasanya, BISNIS itu tidak ada boss yang bisa mengatur kita
Dan semuanya ada dalam kendali pelaku bisnis tersebut 100%
Kapan mau kerjakan, kapan untuk kesibukan yang lain

Atauuu ...Suka TRAVELLING, tapi engga suka nabungnya atau ga rela ?
Nabung kok untuk dibuang-buang di Eropa ?
Atau nabung engga cukup-cukup juga membuat kita sampai dan bersenang-senang ke Eropa ?


Mau punya barang mewah seperti MOBIL

Sebagian orang mencari ini dengan melakukan apa aja kesempatan bisnis,
baik sebagai income utama atau sekedar pendapatan sampingannya nambah-nambah yang utama.
Mungkin kan ya ?

Hmm....Kalo itu sebagiannya ...
Menjadi bagian pelaku bisnis Oriflame dan d'BC Network adalah pilihan yang TEPAT!

Dapat UANG setiap bulan, Insya Allah itu sudah pasti !
Dengan fleksibilitas waktu yang tinggi ...
Network yang luas sekali akhirnya..
Menemukan temen-teman yang luarbiasa dan berfikiran positip
Tau-tau punya kesempatan travelling ke Eropa, GRATIS lagi :-)

Tapi ternyata, biasanya nih ..
Income kita hitung dalam jangka waktu bulanan kan ya ?
Atau 4 mingguan.
Baik di dunia bisnis ataupun di dunia kerja profesional.

Masih ada yang kurang yakin sebesar apa perusahan ORIFLAME ?
Rasanya rugi banget deh kalo masih ada yang menunda melakukan bisnisnya
Ketika semakin banyak orang percaya dan membuktikan sukses mereka
Perubahan kehidupan dan diri yang lebih baik, karena membangun bisnis Oriflame
Bersama d'BC Network tentunya :-)

Kita berkesempatan meraih lebiiiiih banyak lagi keuntungan bisnisnya
Dari sistemnya yang luarbiasa dan siapapun pasti bisa menduplikasinya
Duplikasi artinya sederhana kok, cuma NYONTEK aja hihi
Nyontek teman-teman yang sudah lebih dulu :-)

Income bulanan kita akan dapat dari membangun bisnis ini dengan sistem yang benar.
KARIR ? Disini kita juga berkarir...

Perjalanan GRATIS, yang suka ini suatu saat pasti bisa !
Tidak suka pun lama-lama jadi suka, sayang kan GRATIS looh ...

Yang ingin bebas waktu dan ga mau punya boss, atau ingin banyak di rumah bersama keluarga tapi tetap berincome ?..... disini tempatnya :-)

Bisnis bisa diwariskan, IYA .. seperti royalty income :-)

Pengembangan diri, yup ...

Mau mobil ? Disini bisa juga :-)

Tunggu apa lagi ?  memulai saat belum benar-benar butuh jauh lebih mudah :-)

*** Ditulis oleh : Nurul Abidah - Gold Director ***

Salam,
Herni Ardiani


YM : diani_122
FB : Herni Ardiani Rendy
Twitter : @herniachfan
Telp : +62 8111 881 772


Hikmah di Balik Bermain

Sebenernya ini kisah yang simpeeelll banget tapi penuh makna..Pantesan ya kita harus gemar membaca. Bukan hanya baca buku..tapi juga baca kehidupan dan pengalamannya..

Jadi gini ceritanya..

Kemaren alhamdulillah bisa ngajak Mas Alif jalan-jalan ke mal baru di belakang rumah, Gandaria City. Disana ada tempat mainan anak2..ada juga yg ayunan muter-muter yg kayak di dufan. Sambil nunggu Mas Alif, aku ngeliatin orang (cewe-cowo dewasa yg kayaknya pacaran) yg heboh banget maen itu loh.. box yg ada isi bonekanya..yg kita ambil pake capit..yg capitnya kita kontrol dari luar box itu.. heboh bgt deh.. teriak girang+loncat-loncatan waktu dapet bonekanya..waktu bonekanya jatuh juga teriak "yyaaaaaaaaaaaaaa..." kenceng banget.. hehehehee.. aku pikir, "seru banget ya si mbak maennya.."

Lalu, iseng-isenglah aku coba.. sekali maen Rp 2,500. eh..ternyata seru buaannggeeedddd!! aku niatin maennya untuk dapetin bonekanya untuk maen Mas Alif..karena bonekanya boneka binatang sekalian Mas Alif bisa belajar jenis-jenis hewan. Pendek kata, ujung-ujungnya aku dapet 4 boneka loh!! Dengan bantuan abi juga tentunyaaa... ada anjing, gajah, dinosaurus, kelinci..

Apa sih hikmah di balik maen boneka box itu?? Boneka-boneka itu aku dapetin ada yang setelah coba 3x (habis Rp2,500 x 3 = Rp 7,500 deh.. padahal bonekanya keciiiillll)..ada yang aku dapetin setelah coba cuma 1x, ada yang 2x.. Intinya nihh..

1. Dengerin omongan suami. :-D
heheheheee.. karena waktu maen, kita kerja sama ya bi.. aku liat boxnya dari arah depan, abi lihat boxnya dari arah samping.. dan saat aku dengerin apa yang abi bilang, pasti dapet bonekanya..walau dalam beberapa kali coba (pernah iseng ngga dengerin abi..eeehhh..yg ada malah bonekanya makin jauuuhhh.. kekekekekk.. :pp)

2. Saat kita ingin meraih sesuatu, ada saatnya kita langsung dikasih dengan mudah..ada saatnya kita butuh perjuangan dulu baru bisa mencapainya..dan pastinya ada harga yang harus dibayar..ada juga pengorbanan..
Ada boneka yang aku dapetin dengan 3x percobaan..berarti kan abis Rp 7,500. padahal bonekanya kecciiillll..ada yang 2x percobaan.. intinya.. ada harga yang harus kita bayar untuk mencapai impian kita..

3. Ada saatnya juga tanpa disangka-sangka kita bisa dapetin sesuatu yang awalnya kelihatan susah, eehhh..ngga taunya setelah kita coba dapetin, nggak taunya mudah dapetinnya....dan intinya..dengerin kata suami sih.. hehehehehheee.. jadi maluu.. :pp
soalnya si boneka gajah.. kata abi, "itu nda.. ambil si gajah" kata aku,"mana bisa bi.. jauh..susah.." tapi sambil ngomong ya dilakoni juga coba boneka gajah..eeehhhhh... gak taunya tuh boneka gajah langsung keambil hanya dengan 1x percobaan sampe aku amaze bgt..si abi malah ketawa-ketawa. ngetawain istrinya yg suka ngeyel klo dibilangin. hahahahahaa..

4. Butuh perjuangan pastinya untuk mencapai keinginan/impian kita.. dan begitu impian tersebut tercapai.. rasanya semua pengorbanan dan kerja keras yang kita lakukan ngga sebanding dengan rasa bahagia yang kita rasakan loh..
Waktu aku berhasil dapetin bonekanya dan aku kasih ke Mas Alif.. Mas Alif seneeeeeennnggg bgt.. dia sampe ketawa2..hehehee.. aiiihhh.. rasanya bahagia bisa ngeliat Mas Alif ketawa-ketawa krn seneng dikasih bonekanya itu.. Dan sekarang..dia masih suka maen sama bonekanya itu.. main sambil belajar.. Boleh kan anak cowo maen sama boneka?? toh masih belum ada 1,5 thn umurnya.. ;P

Oh iya.. selain itu..aku juga iseng maen bola di tempat permainan itu.. Jadi si bola itu akan keluar klo kita pencet tombolnya.. dan si bola akan jatuh ke salah satu lubang yang ada angka-angkanya di tiap lubang itu.. angka-angka itu menunjukkan berapa banyak tiket yang bisa aku dapetin untuk si tiket itu nantinya ditukar dengan hadiah.

Pertama kali aku coba.. aku asal pencet aja.. Alhamdulillah dapet 5 tiket.. trus kata abi, "nda..pencet pas ada lubang JACKPOT nyaa.." aku bilang, "oh..gitu ya bi...??" akhirnya iseng maen lagi.. tunggu ditunggu akhirnya lubang JACKPOT mendekati..akhirnya aku pencet tombol dengan harapan mudah2an masuk ke lubang JACKPOT. kalau nggak masuk ya udah nggak apa-apa... eng..ing..eng... tau gak??? ternyata oh ternyataaaaa.... tuh bola MASUK KE LUBANG JACKPOT!!!! Jadilah aku dapet tiket sampe 100an. hehehehehe... :pp

Salam,
Herni Ardiani


YM : diani_122
FB : Herni Ardiani Rendy
Twitter : @herniachfan
Telp : +62 8111 881 772


Bisnis dan Analogi

Kenapa aku pengen nulis tentang Bisnis dan Analogi? Yaaaa.. karena sekarang I own a business..Bisnis yang kesempatan berkembangnya tak terbatas, berdasarkan prestasi kerja kita, bukan berdasarkan kedekatan/belas kasihan atasan..Bisnis yang banyak dipandang sebelah mata sama orang-orang..

Bisnis yang aku yakin, bakal nggak pernah terucap kalimat :

"Gw mau resign nih..Abiisssss...dah gak bisa maju gw disini..Tantangannya kurang.." 
atau 
"Agh..gw keluar aja deh.. abis, atasan gw orangnya pilih kasih, sukanya ngasih janji-janji surga..Dia udah nggak bisa gw percaya.." 
Atau.. 
"Masak gw kerja disini, udah kerja keras, udah ngasih yg terbaik, tp gaji gw ya segitu-gitu aja...Klo pun naik, palingan 100 ribu, gw gak dapet bonus prestasi kerja pula.."  


Palingan yang terlontar, 


1001 Alasan

Jadi teringet waktu bulan-bulan pertama memutuskan mulai berbisnis. Ada sedikit kemudahan, tapi lebih banyak rintangannya. Ada keterlambatan, ada rasa kecewa, wah..pokoknya bertubi-tubi lah seolah Allah ingin mengujiku, "Layak gak nih seorang Herni Ardiani berbisnis??? Bisa gak nih dia menghandle semua rintangan yang kuberi??"

Yang Tak Bisa Kudapat Jika Ku Tak Disana

Mau laporan dulu aaahhhhhh,...

Alhamdulillah bgt.. 2 hari kemaren, Sabtu-Minggu tgl 17-18 Juli 2010 bisa hadir di trainingnya dBC Network. Training hari pertama tentang sistemnya...training hari kedua tentang Member Areanya+melenceng-melenceng dikit, para leader pada sharing tentang suka dukanya jalanin bisnis online Oriflame yang juga aku  jalanin. Secara teknis...semua itu bisa dihapal yaa... Tapi ada hal yang nggak bakal aku dapetin kalau aku gak hadir di kedua training itu :


Part 1 : Kenapa Bergabung dengan MLM ?

Sebenernya, kenapa sih orang-orang begitu "takut" dengan MLM?? Kan itu hanya bentuk lain dari divisi marketing bukan? Namanya juga Multi Level Marketing. Memang sih kita nggak pasti digaji secara tetap tiap bulan, taaapppiiiiiii...bukankan di dunia ini nggak ada yang pasti kecuali kematian, kiamat, adanya Allah ??

1. Yang pastinya nniiiihhhh... Aku bisa jalanin bisnis MLM sambil jagain anakku, Mas Alif.

Alhamdulillah...Satu kesempatan terbuka buat ibu-ibu yang gak mau ninggalin anaknya sama pengasuh. Soalnya aku udah gak mau kerja kantoran, ninggalin Mas Alif sama orang lain. Yang terbaik adalah pengasuhan dari orang tuanya. Kan si anak dititipin olehNya ke orangtuanya.. Asal orang tuanya waras yaaa.. heuheuheuheehee..

Secercah Cahaya

Yang namanya jalankan bisnis, running your own business, pasti ada kalanya kita di atas, ada kalanya kita di bawah. Seperti hidup aja lah.. Ada kalanya kita sangat bersemangat, ada kalanya kita tak bergairah. Klo kita lagi sangat bersemangat, rasanya segala rintangan bakal kuterjang. Tapi klo dah gak bergairah jalanin bisnisnya, hehehehee... paling untung ya bisnisnya stagnan, klo gak mau dibilang bentar lagi bakalan kolaps. hihihihiii.. :pp

Aku juga pernah diatas, pernah dibawah. Dan yang selalu membuatku berpikir...Kenapa di saat aku down, addddaaaaaaaaaaaaaaaaa aja kejadian yang seolah itu adalah Allah yang menegurku, memberiku semangat, seolah berkata,"Ayo Herni..Ini kan keinginanmu??? Punya bisnis modal kecil yang juga bisa dikerjakan sambil menjaga titipanKu kepadamu??? Semangat lagi yah..Aku ada disampingmu selalu..Ingat!!! Aku tidak akan merubah nasibmu, kalau kamu tidak merubahnya terlebih dulu..Tuh ada contohnya, coba kamu baca deh." Saat itu Newsletter Oriflame baru dateng..

Setelah aku baca-baca Newsletter Oriflame, disitu terpampang kisah-kisah orang-orang yang baru naik pangkat dengan title tertentu dengan CASH AWARDnya juga pastinyaaa...

Ada yang Rp 42,000,000, ada yang Rp 14,000,000 ada yang Rp 7,000,000. Wowww... NGILEEERRRRRR.COM ngeliat jumlah cash rewardnya sambil nghayal, "klo gw sekarang dapet cash reward Rp 42,000,000 bisa langsung renovasi rumah nih.." heheheee...

Satu hal yang pasti yang aku dapetin waktu baca Newsletternya, semua cash reward yang mereka dapatkan itu bukan dalam hitungan jam. Pastinya mereka dapatnya dengan kerja keras, dengan air mata, dengan segala kelelahan, dan bukannya yang tinggal ongkang-ongkang kaki. Yang juga aku tau pasti, semangat mereka juga pasti pernah naik-turun dalam jalankan bisnisnya, taaaappppppiiiiii...mereka bisa mengalahkan rasa down yang menjalar saat itu dan mereka bisa melangkahi semua rintangan yang ada sehingga bisa berhasil seperti saat ini!!

So..It's up to U to decide, apakah mau tetep stagnan, atau mau kalahkan rasa malas dan terus melangkah maju???

Faktor "X" dalam bisnis

Kadang klo lagi nggak bersemangat karena "dagangan" sepi, Aku suka mikir sendiri. Keinget sama para pebisnis yang sekarang ini udah sukses setelah perjuangan selama berpuluh-puluh tahun lamanya, dan dengan modal yang pastinya nggak sedikit. Kenapa sih mereka bisa se-keukeuh itu untuk terus lanjutkan perjuangannya membangun dan memajukan bisnis yang lagi mereka rintis ? Padahal kan effort, dana, tenaga yang dikeluarkan pastinya BUEESSSAARRRR... Dengan ke-sok tau-an ku, aku coba untuk menuliskan di atas kertas, hal-hal yang bisa tetep bikin mereka survive..Dan hal-hal yang Insya Allah selalu "menyentil"ku untuk terus bekerja untuk memajukan BISNIS ONLINE ORIFLAME yang sedang aku bangun..

1. SEMANGAT! Pastinya kita harus semangat dulu..klo gak semangat, yaaaaa....gitu deeeeehhhh... hehehehehe..

2. MILIKI IMPIAN! Klo aku..aku punya impian untuk bisa bangun rumah hasil uang sendiri, bisa sekolahin Alif (dan mudah2an ada adek2nya.. hehehehee...), anakku di sekolah yg terbaik, bisa punya uang sendiri tanpa perlu minta suami (gak enak minta mulu sama suami. ya kaaaannnn?? :ppp), bisa kasih sedikit-sedikit ke orangtua-mertua yg udah (mau) pensiun, bisa ngasih hadiah yg sedikit fancy buat suami pake uang sendiri, dst..dst..tanpa perlu mikir, duh...uangku cukup gak yaaaa??? DAN TETAP TEGUH MENGEJAR IMPIAN ITU.. (Nothing is impossible if we have a dream..Dan gak ada mimpi yang ketinggian!)

3. FOKUS..FOKUS..FOKUS..

4. INGAT IMPIAN-IMPIAN KITA, SAAT LAGI DOWN..sehingga kita SEMANGAT lagi buat jalanin bisnisnya..

5. URAT MALU DAN MALASNYA DIPUTUS DULU untuk sementara... karena MALU DAN MALAS gak bisa nganter kita untuk dapetin keinginan kita. Namanya bisnis, semua jenis bisnis, PASTI ada jualannya..PASTI ada nawarin ke orang..PASTI ada yang namanya PROSPEK, HOT PROSPEK, CUSTOMER, CLIENT, DOWNLINE, UPLINE... dst..dst..

6. BELAJAR..BELAJAR..BELAJAR.. dan TTTEEEERRRRRRRUUUUUUUUUUUUUUSSSSSSS...SSSSSSSS BELAJAR

Semakin sering berusaha, semakin banyak hasilnya..

Do you agree with me??? ;-P

Alasan

Kadang aku mikir..kenapa sih aku tetap bertahan di bisnis http://www.tipssuksesbunda.co.cc saat banyak orang yang aku ajak menolak dengan alasan yang beragam ? Apa yang membuatku bertahan di tengah "badai" (cailaaaa...badai...laut kalleeeeeee yg ada badainyaaa... heuheuheheee) penolakan yang banyak itu ?  IMPIAN!! IMPIAN YANG MEMBUATKU BERTAHAN!

Aku punya buanyaaakkk sekali impian. Dan impianku saat ini sama seperti impianku saat aku masih SMP. Aku inget, waktu masih SMP itu, malem2 di tempat tidur, aku "berbicara" sama Allah SWT. "Ya Allah...dst..dst.." Hanya aku dan Allah yang tau. Ujungnya, aku mikir, "Ya Allah..gimana caranya supaya aku bisa mencapai semua itu?"

Beberapa bulan setelah Mas Alif lahir, aku juga berdoa, "Ya Allah..aku pengen punya uang sendiri lagi seperti dulu. Tapi aku nggak mau ninggalin Mas Alif untuk bekerja di kantor. Ia titipanMu Ya Allah..Aku ingin merawatnya sendiri dengan tanganku. Gak mau ada orang lain yang ikut campur dalam pengasuhannya." Hanya beberapa hari (gak sampe seminggu) setelah itu, tanteku, Tante Nurul Abidah, yang Insya Allah tgl 3 Juli 2010 nanti akan berangkat ke Stockholm, gratis dari usaha bisnisnya, ngajak aku untuk bergabung dengan bisnis yang ia jalani.

Saat diajak gabung, aku lagi ada kerjaan. Jadi nggak langsung terima. Setelah beberapa hari kemudian, aku mikir, "Ya Allah..gimana ini? Apa ini harus aku terima? Kenapa tawaran itu datang di saat memang aku sedang membutuhkan? Tawaran bisnis online yang bisa dikerjakan dari rumah tanpa ninggalin anak titipanMu...Padahal sebelumnya ada panggilan tes penempatan dari Pertamina, hatiku nggak Engkau arahkan kesana?".. Dengan Bismillahirahmannirahim..aku ikut dengan bisnis yang sedang digeluti tante Nurul Abidah (yang sekarang udah 16 jutaan / bulan pendapatannya).. http://www.tipssuksesbunda.co.cc

9 Tipe Kepribadian Entrepreneur

Tulisan ini aku ambil dari ASIAN BRAIN yaaa...
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

1. The Improver.

Anda memiliki kepribadian ini jika Anda menjalankan bisnis dengan menonjolkan gaya improver alias ingin selalu memperbaiki. Anda menggunakan perusahaan Anda untuk memperbaiki dunia. |Improver memiliki kemampuan yang kokoh dalam menjalankan bisnis. Mereka juga memiliki intergritas dan etika yang tinggi.

Personality Alert: Waspadai sifat Anda yang cenderung menjadi perfeksionis dan terlalu kritis terhadap karyawan dan pelanggan Anda. Contoh Entrepreneur: Anita Roddick, pendiri The Body Shop.

2. The Advisor.

Tipe kepribadian pebisnis seperti ini bersedia memberikan bantuan dan saran tingkat tinggi bagi para pelanggannya. Motto dari advisor ini yaitu pelanggan adalah benar dan kita harus melakukan apa saja untuk menyenangkan mereka.

Personality Alert: Seorang advisor bisa jadi terlalu fokus pada kebutuhan bisnis mereka dan pelanggan, sehingga cenderung mengabaikan kebutuhan mereka sendiri dan bisa-bisa malah cape hati sendiri. Contoh Entrepreneur: John W. Nordstrom, pendiri Nordstorm.

3. The Superstar.

Inilah bisnis yang pusatnya dikelilingi oleh karisma dan energi tinggi dari Sang CEO Superstar. Pebisnis dengan kepribadian seperti ini biasanya membangun bisnis mereka dengan personal brand mereka sendiri.

Personality Alert: Pebisnis dengan tipe ini bisa menjadi terlalu kompetitif dan workaholics.

Contoh Entrepreneur: Donald Trump, CEO Trump Hotels & Casino Resorts.

4. The Artist.

Kepribadian pebisnis seperti ini biasanya senang menyendiri tapi memiliki kreativitas yang tinggi. Mereka biasanya sering kali ditemukan di bisnis yang membutuhkan kreativitas seperti pada perusahaan agen periklanan, web design, dll.

Personality Alert: Pebisnis tipe ini bisa jadi terlalu sensitif terhadap respon pelanggan Anda, walaupun kritik
dari mereka bersifat membangun.

Contoh Entrepreneur: Scott Adams, pendiri dan penggagas Dilbert.


5. The Visionary.

Sebuah bisnis yang dibangun oleh seorang visioner biasanya berdasarkan visi masa depan dan pemikiran pendirinya. Anda memiliki keingintahuan yang tinggi untuk mengerti dunia di sekeliling Anda dan akan membuat rencana untuk menghindari segala macam rintangan.

Personality Alert: Seorang visioner bisa jadi terlalu fokus pada mimpi mereka dan kurang berpijak pada realitas. Dan jangan lupa, menyertai visi Anda dengan melakukan tindakan nyata. Contoh Entrepreneur: Bill Gates, pendiri MicroSoft Inc.

6. The Analyst.

Jika Anda menjalankan bisnis sebagai seorang analis, perusahaan Anda biasanya memfokuskan pada penyelesaian masalah dalam suatu cara sistematis. Seringkali berbasis pada ilmu pengetahuan, keahlian teknis atau komputer, seorang analis perusahaan biasanya hebat dalam memecahkan masalah.

Personality Alert: Hati-hati dengan kelumpuhan analisa. Bekerjalah dengan mempercayai orang lain. Contoh Entrepreneur: Gordon Moore, pendiri Intel.

7. The Fireball.

Sebuah bisnis yang dimiliki oleh si Bola Api ini biasanya dioperasikan dengan penuh hidup, energi dan optimisme. Pelanggan merasa perusahaan Anda dijalankan dengan tingkah laku yang fun.

Personality Alert: Anda bisa jadi berkomitmen yang berlebihan terhadap tim Anda dan bertingkah laku terlalu
impulsif. Seimbangkan keimpulsivan Anda dengan rencana bisnis.

Contoh Entrepreneur: Malcolm Forbes, penerbit dan pendiri Forbes Magazine.

8. The Hero.

Anda memiliki kemauan dan kemampuan yang luar biasa dalam memimpin dunia dan bisnis Anda melalui segala macam tantangan. Anda adalah inti dari kewirausahaaan dan bisa mengumpulkan banyak perusahaan besar.

Personality Alert: Terlalu mengumbar janji dan menggunakan taktik kekuatan penuh untuk mendapatkan sesuatu dengan cara Anda tidak akan berhasil dalam jangka waktu panjang. Untuk menjadi sukses, percayailah keterampilan kepemimpinan Anda untuk menolong orang lain menemukan jalan mereka.

Contoh Entrepreneur: Jack Welch, CEO GE.

9. The Healer.

Jika Anda adalah seorang 'penyembuh', Anda bersifat pengasuh dan penjaga keharmonisan dalam bisnis Anda. Anda memiliki kemampuan bertahan yang luar biasa dan keteguhan disertai dengan ketenangan dari dalam.

Personality Alert: Karena sifat perhatian Anda dan kepenyembuhan Anda dalam menjalankan bisnis, Anda bisa jadi menghindari realitas di luar sana dan selalu terlalu berharap. Gunakan skenario perencanaan untuk persiapan datangnya masalah.

Contoh Entrepreneur: Ben Cohen, salah satu pendiri Ben & Jerry's Ice Cream.

Mengubah Nasib

HHmmmm....bongkar2 lemari buku..eeehhhhh..nemu satu buku (ga bisa dibilang buku sih sebenernya. lha wong gak dijilid, cuma kertas agak tebel yg dilipet2 memanjang kayak prakarya jaman TK. hehehehee..Tapi disini kita sebut buku aja yach..). Aku inget waktu beli buku ini..inget waktu ngambil buku ini untuk dibeli. dah luuuaaammmmmaaaaaaa bgt. Judulnya "MENGUBAH NASIB".

Di cover depannya ada gambar burung elang yg berhasil mendobrak dinding bata. Dinding batanya menyebar kemana2. Sayap si elang terbuka lebbbaaarrrrrrrrrrrr dan mulutnya nganga seolah lagi teriak, "FREEDOM" (soalnya ada tulisan, "Freedom" di bawah si elang. hehehe).

Didalemnya ada 10 nasehat untuk mengubah nasib kita. Aku kutip dan disingkat aja yaaa... ;


1. Percayalah bahwa kita punya potensi untuk mengubah atau memperbaiki nasib kita, asalkan kita bersungguh-sungguh ingin merubahnya (melakukan langkah2 nyata).

2. Sadarilah bahwa banyak nasib buruk yang kita alami sebenernya akibat dari perbuatan kita sendiri.

3. Ingatlah selalu bahwa yang terpenting bukan "Mengapa nasibku seburuk ini???"...tapppiiiiii "Apa yang dapat kuperbuat untuk memperbaiki nasibku???"

4. Kenalilah dengan jelas dan terperinci nasib buruk yang ingin kamu ubah, dan apa yang kamu inginkan..

5. Tulislah langkah2 apa saja yang akan kamu lakukan..Mulalilah dari langkah2 mudah yang bisa segera kamu lakukan..

6. Bulatkan tekad untuk mulai memperbaikinya..

7. Mintalah bantuan sahabat, keluarga atau siapapun yang kamu percayai untuk memantau perkembanganmu dan memotivasi kamu untuk terus maju.

8. Sementara berusaha mengubah nasibmu dengan berbagai upaya yang sudah direncanakan, tetaplah fokus pada tujuan akhir dan jangan biarkan kekecewaan atau hambatan apapun merusak tujuanmu.
MAJU TERUS PANTANG MUNDURRRRRR!!!!!!!

9. Perubahan nasib adalah suatu proses yang seringkali terasa lambat dan tidak tampak. jika kita bisa menikmati semua usaha, bisa mensyukuri setiap perubahan sekecil apapun, hingga tanpa kamu sadari lambat-laun nasibmu betul2 sudah berubah.

10. Serahkanlah semua usaha dan perjuanganmu kepada Tuhan melalui doa dengan sungguh2. Ingatlah bahwa kamu hanya melakukan apa yang harus kamu lakukan sebagai manusia, tetapi selebihnya ijinkanlah Tuhan yang melakukannya bagimu..

Dan di paling belakangnya ditulis gini :
"Kalau kamu merasa bernasib kurang baik, sering mengalami kegagalan dan kemalangan....Kalau kamu merasa hidup seperti dalam belenggu sehingga tidak bisa melakukan apa yang seharusnya kamu lakukan....Inilah saatnya untuk MENGUBAH NASIBMU!!!"

Make-Up Brush Kit

Seneng banget..AKHIIIRRRRNNNYYYAAAAAAAAA...setelah sekian lama pengeeeeeennnn bgt punya Brush Kit untuk make-up..akhirnya baru kesampean sekarang.. hehehee.. dapet Brush Kit rancangannya Jonas Wramell si tukang makeup para selebriti negara sono noh seharga Rp 329,000. Ada 5 kuas. Dan aku bisa dapetin GRATTTIIISSSSS!!! YIIIPPPIIIEEEEEEE... seneng banget.. semua itu karena ORIFLAME.. ini nih gambar waktu promo..

hehehee... seneng..ada tempatnya juga..Brush Kitnya lagi dalam perjalanan.. udah dipesen..tinggal nunggu datengnya aja.. heheheee..can't wait !!

Bangga Menjadi Ibu Rumah Tangga

Tulisan ini Saya kutip dari http://assunnah-qatar.com/keluarga-islami-artikel-197/451-bangga-menjadi-ibu-rumah-tangga.html setelah iseng-iseng googling tentang "ibu rumah tangga" karena cukup banyak pesan-pesan tersembunyi, sindiran yang ditujukan ke saya untuk bekerja di kantor..dan cobaan itu pun datangnya ya dari lingkungan dekat juga.. Mudah-mudahan semua yang terrrruuuuuusssssssssssss menyinggung supaya saya kerja di kantor bisa menerima nasehat di tulisan ini dan mendukung keputusan saya untuk tetap ada di rumah..Tanpa mengurangi rasa hormat saya yang LUARRRR BIASSAA BEESSAAARRRRR terhadap ibu-ibu yang tetap bekerja di kantor..
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Penulis: Ummu Ayyub
Muroja’ah: Ust Abu Ahmad

Hebat rasanya ketika mendengar ada seorang wanita lulusan sebuah universitas ternama telah bekerja di sebuah perusahaan bonafit dengan gaji jutaan rupiah per bulan. Belum lagi perusahaan sering menugaskan wanita tersebut terbang ke luar negri untuk menyelesaikan urusan perusahaan. Tergambar seolah kesuksesan telah dia raih. Benar seperti itukah?

Kebanyakan orang akan beranggapan demikian. Sesuatu dikatakan sukses lebih dinilai dari segi materi sehingga jika ada sesuatu yang tidak memberi nilai materi akan dianggap remeh. Cara pandang yang demikian membuat banyak dari wanita muslimah bergeser dari fitrohnya. Berpandangan bahwa sekarang sudah saatnya wanita tidak hanya tinggal di rumah menjadi ibu, tapi sekarang saatnya wanita ’menunjukkan eksistensi diri’ di luar. Menggambarkan seolah-olah tinggal di rumah menjadi seorang ibu adalah hal yang rendah.

Kita bisa dapati ketika seorang ibu rumah tangga ditanya teman lama ”Sekarang kerja dimana?” rasanya terasa berat untuk menjawab, berusaha mengalihkan pembicaraan atau menjawab dengan suara lirih sambil tertunduk ”Saya adalah ibu rumah tangga”. Rasanya malu! Apalagi jika teman lama yang menanyakan itu ”sukses” berkarir di sebuah perusahaan besar. Atau kita bisa dapati ketika ada seorang muslimah lulusan universitas ternama dengan prestasi bagus atau bahkan berpredikat cumlaude hendak berkhidmat di rumah menjadi seorang istri dan ibu bagi anak-anak, dia harus berhadapan dengan ”nasehat” dari bapak tercintanya: ”Putriku! Kamu kan sudah sarjana, cumlaude lagi! Sayang kalau cuma di rumah saja ngurus suami dan anak.” Padahal, putri tercintanya hendak berkhidmat dengan sesuatu yang mulia, yaitu sesuatu yang memang menjadi tanggung jawabnya. Disana ia ingin mencari surga.

Ibu Sebagai Seorang Pendidik

Syaikh Muhammad bin Shalih al ’Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa perbaikan masyarakat bisa dilakukan dengan dua cara: Pertama, perbaikan secara lahiriah, yaitu perbaikan yang berlangsung di pasar, masjid, dan berbagai urusan lahiriah lainnya. Hal ini banyak didominasi kaum lelaki, karena merekalah yang sering nampak dan keluar rumah. Kedua, perbaikan masyarakat di balik layar, yaitu perbaikan yang dilakukan di dalam rumah. Sebagian besar peran ini diserahkan pada kaum wanita sebab wanita merupakan pengurus rumah. Hal ini sebagaimana difirmankan Allah subhanahu wa ta’ala yang artinya:

”Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa kalian, hai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzab: 33)

Pertumbuhan generasi suatu bangsa adalah pertama kali berada di buaian para ibu. Ini berarti seorang ibu telah mengambil jatah yang besar dalam pembentukan pribadi sebuah generasi. Ini adalah tugas yang besar! Mengajari mereka kalimat Laa Ilaaha Illallah, menancapkan tauhid ke dada-dada mereka, menanamkan kecintaan pada Al Quran dan As Sunah sebagai pedoman hidup, kecintaan pada ilmu, kecintaan pada Al Haq, mengajari mereka bagaimana beribadah pada Allah yang telah menciptakan mereka, mengajari mereka akhlak-akhlak mulia, mengajari mereka bagaimana menjadi pemberani tapi tidak sombong, mengajari mereka untuk bersyukur, mengajari bersabar, mengajari mereka arti disiplin, tanggung jawab, mengajari mereka rasa empati, menghargai orang lain, memaafkan, dan masih banyak lagi. Termasuk di dalamnya hal yang menurut banyak orang dianggap sebagai sesuatu yang kecil dan remeh, seperti mengajarkan pada anak adab ke kamar mandi. Bukan hanya sekedar supaya anak tau bahwa masuk kamar mandi itu dengan kaki kiri, tapi bagaimana supaya hal semacam itu bisa menjadi kebiasaan yang lekat padanya. Butuh ketelatenan dan kesabaran untuk membiasakannya.

Sebuah Tanggung Jawab

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya:
”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim: 6)

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang artinya: ”Peliharalah dirimu dan keluargamu!” di atas menggunakan Fi’il Amr (kata kerja perintah) yang menunjukkan bahwa hukumnya wajib. Oleh karena itu semua kaum muslimin yang mempunyai keluarga wajib menyelamatkan diri dan keluarga dari bahaya api neraka.

Tentang Surat At Tahrim ayat ke-6 ini, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu berkata, ”Ajarkan kebaikan kepada dirimu dan keluargamu.” (Diriwayatkan oleh Al Hakim dalam Mustadrak-nya (IV/494), dan ia mengatakan hadist ini shahih berdasarkan syarat Bukhari dan Muslim, sekalipun keduanya tidak mengeluarkannya)

Muqatil mengatakan bahwa maksud ayat tersebut adalah, setiap muslim harus mendidik diri dan keluarganya dengan cara memerintahkan mereka untuk mengerjakan kebaikan dan melarang mereka dari perbuatan maksiat.

Ibnu Qoyyim menjelaskan bahwa beberapa ulama mengatakan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala akan meminta pertanggungjawaban setiap orang tua tentang anaknya pada hari kiamat sebelum si anak sendiri meminta pertanggungjawaban orang tuanya. Sebagaimana seorang ayah itu mempunyai hak atas anaknya, maka anak pun mempunyai hak atas ayahnya. Jika Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ”Kami wajibkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya.” (QS. Al Ankabut: 7), maka disamping itu Allah juga berfirman, ”Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang berbahan bakar manusia dan batu.” (QS. At Tahrim: 6)

Ibnu Qoyyim selanjutnya menjelaskan bahwa barang siapa yang mengabaikan pendidikan anaknya dalam hal-hal yang bermanfaat baginya, lalu ia membiarkan begitu saja, berarti telah melakukan kesalahan besar. Mayoritas penyebab kerusakan anak adalah akibat orang tua yang acuh tak acuh terhadap anak mereka, tidak mau mengajarkan kewajiban dan sunnah agama. Mereka menyia-nyiakan anak ketika masih kecil sehingga mereka tidak bisa mengambil keuntungan dari anak mereka ketika dewasa, sang anak pun tidak bisa menjadi anak yang bermanfaat bagi ayahnya.

Adapun dalil yang lain diantaranya adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala yang artinya:
”dan berilah peringatan kepada kerabatmu yang dekat.” (QS asy Syu’ara’: 214)

Abdullah bin Umar radhiyallahu ’anhuma mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), ”Kaum lelaki adalah pemimpin bagi keluarganya di rumah, dia bertanggung jawab atas keluarganya. Wanita pun pemimpin yang mengurusi rumah suami dan anak-anaknya. Dia pun bertanggung jawab atas diri mereka. Budak seorang pria pun jadi pemimpin mengurusi harta tuannya, dia pun bertanggung jawab atas kepengurusannya. Kalian semua adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari 2/91)

Dari keterangan di atas, nampak jelas bahwa setiap insan yang ada hubungan keluarga dan kerabat hendaknya saling bekerja sama, saling menasehati dan turut mendidik keluarga. Utamanya orang tua kepada anak, karena mereka sangat membutuhkan bimbingannya. Orang tua hendaknya memelihara fitrah anak agar tidak kena noda syirik dan dosa-dosa lainnya. Ini adalah tanggung jawab yang besar yang kita akan dimintai pertanggungjawaban tentangnya.

Siapa Menanam, Dia akan Menuai Benih

Bagaimana hati seorang ibu melihat anak-anaknya tumbuh? Ketika tabungan anak kita yang usia 5 tahun mulai menumpuk, ”Mau untuk apa nak, tabungannya?” Mata rasanya haru ketika seketika anak menjawab ”Mau buat beli CD murotal, Mi!” padahal anak-anak lain kebanyakan akan menjawab ”Mau buat beli PS!” Atau ketika ditanya tentang cita-cita, ”Adek pengen jadi ulama!” Haru! mendengar jawaban ini dari seorang anak tatkala ana-anak seusianya bermimpi ”pengen jadi Superman!”

Jiwa seperti ini bagaimana membentuknya? Butuh seorang pendidik yang ulet dan telaten. Bersungguh-sungguh, dengan tekad yang kuat. Seorang yang sabar untuk setiap hari menempa dengan dibekali ilmu yang kuat. Penuh dengan tawakal dan bergantung pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lalu… jika seperti ini, bisakah kita begitu saja menitipkannya pada pembantu atau membiarkan anak tumbuh begitu saja?? Kita sama-sama tau lingkungan kita bagaimana (TV, media, masyarakat,…) Siapa lagi kalau bukan kita, wahai para ibu -atau calon ibu-?

Setelah kita memahami besarnya peran dan tanggung jawab seorang ibu sebagai seorang pendidik, melihat realita yang ada sekarang sepertinya keadaannya menyedihkan! Tidak semua memang, tapi banyak dari para ibu yang mereka sibuk bekerja dan tidak memperhatikan bagaimana pendidikan anak mereka. Tidak memperhatikan bagaimana aqidah mereka, apakah terkotori dengan syirik atau tidak. Bagaimana ibadah mereka, apakah sholat mereka telah benar atau tidak, atau bahkan malah tidak mengerjakannya… Bagaimana mungkin pekerjaan menancapkan tauhid di dada-dada generasi muslim bisa dibandingkan dengan gaji jutaan rupiah di perusahaan bonafit? Sungguh! sangat jauh perbandingannya.

Anehnya lagi, banyak ibu-ibu yang sebenarnya tinggal di rumah namun tidak juga mereka memperhatikan pendidikan anaknya, bagaimana kepribadian anak mereka dibentuk. Penulis sempat sebentar tinggal di daerah yang sebagian besar ibu-ibu nya menetap di rumah tapi sangat acuh dengan pendidikan anak-anak mereka. Membesarkan anak seolah hanya sekedar memberinya makan. Sedih!

Padahal anak adalah investasi bagi orang tua di dunia dan akhirat! Setiap upaya yang kita lakukan demi mendidiknya dengan ikhlas adalah suatu kebajikan. Setiap kebajikan akan mendapat balasan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak inginkah hari kita terisi dengannya? Atau memang yang kita inginkan adalah kesuksesan karir anak kita, meraih hidup yang berkecukupan, cukup untuk membeli rumah mewah, cukup untuk membeli mobil mentereng, cukup untuk membayar 10 pembantu, mempunyai keluarga yang bahagia, berakhir pekan di villa. Tanpa memperhatikan bagaimana aqidah, bagaimana ibadah, asal tidak bertengkar dan bisa senyum dan tertawa ria di rumah, disebutlah itu dengan bahagia.

Ketika usia senja, mata mulai rabun, tulang mulai rapuh, atau bahkan tubuh ini hanya mampu berbaring dan tak bisa bangkit dari ranjang untuk sekedar berjalan. Siapa yang mau mengurus kita kalau kita tidak pernah mendidik anak-anak kita? Bukankah mereka sedang sibuk dengan karir mereka yang dulu pernah kita banggakan, atau mungkin sedang asik dengan istri dan anak-anak mereka?

Ketika malaikat maut telah datang, ketika jasad telah dimasukkan ke kubur, ketika diri sangat membutuhkan doa padahal pada hari itu diri ini sudah tidak mampu berbuat banyak karena pintu amal telah ditutup, Siapakah yang mendoakan kita kalau kita tidak pernah mengajari anak-anak kita?

Lalu…
Masihkah kita mengatakan jabatan ibu rumah tangga dengan kata ’cuma’? dengan tertunduk dan suara lirih karena malu?
Wallahu a’lam

Maroji’:
Dapatkan Hak-Hakmu, Wahai Muslimah oleh Ummu Salamah as Salafiyyah. Judul asli: Al-Intishaar li Huquuqil Mu’minaat
Mendidik Anak bersama Nabi oleh Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid. Judul Asli: Manhaj At-Tarbiyyah An-Nabawiyyah lit-Thifl
Majalah Al Furqon Edisi: 8 Tahun V/Rabi’ul Awwal 1427/April 2006 
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------