Resep Bunda : GURAME ASEM MANIS

Bahan:
1 ekor (1 kg) ikan gurame, dibersihkan dan buang isi perutnya
2 sendok makan tepung kanji
½ sdt. garam
minyak goreng secukupnya sampai ikan terendam.
Bahan untuk saus:
500 gram tomat merah
150 cc air
1 sdm margarine
3 butir bawang merah, dikeprak lalu iris tipis
2 siung bawang putih, dikeprak lalu iris tipis
1/2 bagian bawang bombay besar, iris tipis
3 cabe merah, iris tipis memanjang
4 cm jahe, dikeprak atau bisa diiris tipis memanjang seperti batang korek api
1 batang daun bawang diiris serong atau 10 batang lokio
1 sdt garam
2 sdm gula pasir atau sesuai selera kemanisan
5 sdm saus tomat botol
1 sdm saus botol pedas manis (sesuai selera)
1 sdt tepung kanji, diaduk dengan sedikit air

Cara Membuat:
1. Lumuri ikan gurame yang sudah dibersihkan dengan campuran tepung kanji dan garam. Masukkan minyak secukupnya ke dalam wajan yang besar supaya seluruh ikan bisa masuk.
2. Kemudian goreng dalam minyak panas yang cukup banyaknya agar ikan tergenang dan tidak lengket di wajan.
3. Angkat ikan apabila warnanya berubah menjadi kekuning-kuningan dan dagingnya sudah matang.
Cara membuat saus:
1. Seduh tomat dengan air medidih lalu diamkan sampai kulit tomat menjadi lunak. Kupas kulit tomat, belah 2, dan buang bagian tengah tomat yang berwarna putih (batang tomat). Campur tomat dengan 150cc air, lalu diblender. Tomat hasil blender-an disaring dan buang ampasnya.
2. Di dalam wajan panaskan margarine, tumis bawang merah, bawang putih, bawang bombay, cabe merah dan jahe sampai harum lalu masukkan daun bawang dan air tomat. Tuangkan saus tomat, saus pedas manis, dan gula sambil diaduk-aduk dan dicicipi rasanya. Masukkan cairan tepung kanji. Masak sampai mendidih dan mengental lalu diangkat.
Hidangkan ikan gurame goreng dengan menuangkan saus ke atasnya.
Untuk 6 porsi.

Salam,
Herni Ardiani

YM : diani_122
FB : Herni Ardiani Rendy
Twitter : @herniachfan
Telp : +62 8111 881 772

Kisah Nyata : Penyesalan Seorang Ibu

Dari sebuah milis..untuk para ibu..tolong dibaca sampai habis lalu renungkan yaa.. Cerita ini adalah kisah nyata..
-------------------------------
Saya seorang ibu dengan 2 orang anak , mantan direktur sebuah Perusahaan multinasional. Mungkin anda termasuk orang yang menganggap saya orang yang berhasil dalam karir namun sungguh jika seandainya saya boleh memilih maka saya akan berkata kalau lebih baik saya tidak seperti sekarang dan menganggap apa yang saya raih sungguh sia-sia.

Semuanya berawal ketika putri saya satu-satunya yang berusia 19 tahun baru saja meninggal karena overdosis narkotika. Sungguh hidup saya hancur berantakan karenanya, suami saya saat ini masih terbaring di rumah sakit karena terkena stroke dan mengalami kelumpuhan karena memikirkan musibah ini.

Putera saya satu-satunya juga sempat mengalami depresi berat dan Sekarang masih dalam perawatan intensif sebuah klinik kejiwaan, dia juga merasa sangat terpukul dengan kepergian adiknya. Sungguh apa lagi yang bisa saya harapkan. 

Kepergian Maya dikarenakan dia begitu guncang dengan kepergian Bik Inah pembantu kami..Hingga dia terjerumus dalam pemakaian Narkoba. Mungkin terdengar aneh kepergian seorang pembantu bisa membawa dampak Begitu hebat pada putri kami.


Harus saya akui bahwa bik Inah sudah seperti keluarga bagi kami, dia telah ikut bersama kami sejak 20 tahun yang lalu dan ketika Doni berumur 2 tahun.

Bahkan bagi Maya dan Doni, bik Inah sudah seperti ibu kandungnya sendiri. Ini semua saya ketahui dari buku harian Maya yang saya baca setelah dia meninggal.. 

Maya begitu cemas dengan sakitnya bik Inah, berlembar-lembar buku hariannya berisi hal ini.

Dan ketika saya sakit (saya pernah sakit karena kelelahan dan diopname di rumah sakit selama 3 minggu). Maya hanya menulis singkat sebuah kalimat di buku hariannya "Hari ini Mama sakit di Rumah sakit" , hanya
itu saja. Sungguh hal ini menjadikan saya semakin terpukul. Tapi saya akui ini semua karena kesalahan saya.

Begitu sedikitnya waktu saya untuk Doni, Maya dan Suami saya. Waktu saya habis di kantor, otak saya lebih banyak berpikir tentang keadaan perusahaan dari pada keadaan mereka. Berangkat jam 07:00 dan pulang di rumah 12 jam kemudian, bahkan mungkin lebih. Ketika sudah sampai rumah rasanya sudah begitu capai untuk  memikirkan urusan mereka.

Memang setiap hari libur kami gunakan untuk acara keluarga, namun sepertinya itu hanya seremonial dan rutinitas saja, ketika hari Senin tiba saya dan suami sudah seperti "robot" yang terprogram untuk urusan 
kantor.
 
Sebenarnya ibu saya sudah berkali-kali mengingatkan saya untuk berhenti bekerja sejak Doni masuk SMA namun selalu saya tolak, saya anggap ibu terlalu kuno cara berpikirnya. Memang Ibu saya memutuskan berhenti bekerja dan memilih membesarkan kami 6 orang anaknya.

Padahal sebagai seorang sarjana ekonomi karir ibu waktu itu katanya sangat baik. Dan ayahpun ketika itu juga biasa-biasa saja dari segi karir dan penghasilan. Meski jujur saya pernah berpikir untuk memutuskan berhenti bekerja dan mau mengurus Doni dan Maya, namun selalu saja perasaan bagaimana kebutuhan hidup bisa terpenuhi kalau berhenti bekerja, dan lalu apa gunanya saya sekolah  tinggi-tinggi? .

Meski sebenarnya suami saya juga seorang yang cukup mapan dalam karirnya dan penghasilan.


Dan biasanya setelah ada nasehat ibu saya menjadi lebih perhatian pada Doni dan Maya namun tidak lebih dari dua minggu semuanya kembali seperti asal urusan kantor dan karir fokus saya.

Dan kembali saya menganggap saya masih bisa membagi waktu untuk mereka, toh teman yang lain di kantor juga bisa dan ungkapan "kualitas pertemuan dengan anak lebih penting dari kuantitas" selalu menjadi patokan saya. Sampai akhirnya semua terjadi dan diluar kendali saya dan berjalan begitu cepat sebelum saya sempat tersadar.

Maya berubah dari anak yang begitu manis menjadi pemakai Narkoba. Dan saya tidak mengetahuinya! !! Sebuah sindiran dan protes Maya saat ini selalu terngiang di telinga. Waktu itu bik Inah pernah memohon untuk berhenti bekerja dan memutuskan kembali ke desa untuk membesarkan Bagas, putera satu-satunya, setelah dia ditinggal mati suaminya .. Namun karena Maya dan Doni keberatan maka akhirnya kami putuskan agar Bagas dibawa tinggal bersama kami..

Pengorbanan bik Inah buat Bagas ini sangat dibanggakan Maya. Namun sindiran Maya tidak begitu saya perhatikan. Akhirnya semua terjadi , setelah tiba-tiba jatuh sakit kurang lebih dua minggu, bik Inah meninggal dunia di Rumah Sakit.

Dari buku harian Maya saya juga baru tahu kenapa Doni malah pergi dari rumah ketika bik Inah di Rumah Sakit. Memang Doni pernah memohon pada ayahnya agar bik Inah dibawa ke Singapore untuk berobat setelah dokter di sini mengatakan bahwa bik Inah sudah masuk stadium 4 kankernya.

Dan usul Doni kami tolak hingga dia begitu marah pada kami. Dari sini saya kini tahu betapa berartinya bik Inah buat mereka, sudah seperti ibu kandungnya! Menggantikan tempat saya yang seolah hanya bertugas melahirkan mereka saja ke dunia. Tragis !

Dan sebuah foto "keluarga" di dinding kamar Maya sering saya amati kalau lagi kangen dengannya. Beberapa bulan yang lalu kami sekeluarga ke desa bik Inah.


Atas desakan Maya kami sekeluarga menghadiri acara pengangkatan Bagas sebagai kepala sekolah madrasah setelah dia selesai kuliah dan belajar di pesantren..

Dan Doni pun begitu bersemangat untuk hadir di acara itu padahal dia paling susah untuk diajak ke acara serupa di kantor saya atau ayahnya. Dan difoto "keluarga" itu tampak bik Inah, Bagas, Doni dan Maya tersenyum bersama.. 

Tak pernah kami lihat Maya begitu senang seperti saat itu dan seingat saya itulah foto terakhirnya .

Setelah bik Inah meninggal Maya begitu terguncang dan shock, kami sempat merisaukannya dan membawanya ke psikolog ternama di Jakarta . Namun sebatas itu yang kami lakukan setelah itu saya kembali berkutat dengan urusan kantor.

Dan di halaman buku harian Maya penyesalan dan air mata tercurah. Maya menulis :

"Ya Tuhan kenapa bik Inah meninggalkan Maya, terus siapa yang bangunin Maya, siapa yang nyiapin sarapan Maya, siapa yang nyambut Maya kalau pulang sekolah, Siapa yang ngingetin Maya buat berdoa, siapa yang Maya cerita kalau lagi kesel di sekolah, siapa yang nemenin Maya kalo nggak bisa tidur..Ya Tuhan , Maya kangen banget sama bik Inah" 

Bukankah itu seharusnya tugas saya sebagai ibunya, bukan bik Inah ?

Sungguh hancur hati saya membaca itu semua, namun semuanya sudah terlambat tidak mungkin bisa kembali, seandainya semua bisa berputar kebelakang saya rela berkorban apa saja untuk itu.

Kadang saya merenung sepertinya ini hanya cerita sinetron di TV dan saya pemeran utamanya. Namun saya tersadar ini real dan kenyataan yang terjadi.

Sungguh saya menulis ini bukan berniat untuk menggurui siapapun tapi sekedar pengurang sesal saya semoga ada yang bisa mengambil pelajaran darinya.

Biarkan saya yang merasakan musibah ini karena sungguh tiada terbayang beratnya.

Semoga siapapun yang membaca tulisan ini bisa menentukan "prioritas hidup dan tidak salah dalam memilihnya". Biarkan saya seorang yang mengalaminya. Saat ini saya sedang mengikuti program konseling/therapy untuk menentramkan hati saya.

Berkat dorongan seorang teman saya beranikan tulis ini semua.

Saya tidak ingin tulisan ini sebagai tempat penebus kesalahan saya, karena itu tidak mungkin! Dan bukan pula untuk memaksa anda mempercayainya, tapi inilah faktanya. Hanya semoga ada yang memetik manfaatnya. Dan saya berjanji untuk mengabdikan sisa umur saya untuk suami dan Doni.

Dan semoga Tuhan mengampuni saya yang telah menyia-nyiakan amanahNya  pada saya.


Dan disetiap berdoa saya selalu memohon ;

"YA Tuhan seandainya Engkau akan menghukum Maya karena kesalahannya, sungguh tangguhkanlah Ya Tuhan, biar saya yang menggantikan tempatnya kelak, biarkan buah hatiku tentram di sisiMu". Semoga Tuhan mengabulkan doa saya.


Salam,
Herni Ardiani


YM : diani_122
FB : Herni Ardiani Rendy
Twitter : @herniachfan
Telp : +62 8111 881 772


Curhatan Bunda

Dear Bunda,

Ini curhatanku tentang kekhawatiran/kegundahan yang udah lama aku rasakan, dan ternyata semakin kesini semakin besar kekhawatirannya..

Bunda..aku banyak denger cerita dari temen-temen sekitar juga dari beberapa berita, kalau semakin kesini nih..semakin buuaannyyyaaakkk pengasuh/pembantu/ART/ or what ever namanya itu lah yang semakin aneh-aneh yaaa..

1. oleh si mbak, anak yang dititipin ibunya karena ibunya bekerja di kantor yang serrriiiinnngggg makan mie instan krn si mbak malas masak, dan akhirnya karena keseringan, si anak sampe kena infeksi usus yang akhirnya sampe masuk Rumah Sakit.

Apa musti nunggu anak kita masuk Rumah Sakit dulu baru kita sadar ?

Juga..Seringkali aku denger komentar orang-orang yang tau kalau Mas Alif itu seneng dan mau dan alhamdulillah mudah bgt makan sayur, "Wah..Mas Alif hebat ya suka makan sayur. Kalau anak saya mah susaaahhh makan sayurnya.."

Helloooooowwwww..Mas Alif alhamdulillah mudah makan sayur krn sejak MPASI udah aku biasakan! Jadi kalau bilang, "anak saya mah susaaahhhhh bannggeeettttt makan sayurnya.." ..introspeksi yyaaa..selama ini apa menu makan si anak? Nasi+daging+kuah??? Mana sayurnyaaa?? Bukan salah si anak yaaa..anak kan belum ngerti mana sayur, mana daging kalau nggak dikenalin.. Got it Mom?

2. oleh si mbak, anaknya dikasih obat tidur supaya si mbak bisa leluasa lakukan hal yang lainnya...

Taukah Bunda apa efek dari obat tidur?? Tanya deh sama Om Google!

3. Oleh si mbak, si anak dibiarkan aja main sendiri tanpa ada interaksi, yang akhirnya si anak mengalami keterlambatan dalam bicara atau bahkan berjalan..si anak juga jadi anak yang main aja gitu sendirian, nggak berinteraksi dengan sekitarnya dan jadi pendiem. Anak yang pendiem itu, menurutku, bukan karena sifatnya yang pendiem, tapi karena jarang diajak ngomong yyaaaa..

4.Oleh si mbak, si anak dibawa pergi jalan-jalan tanpa sepengetahuan ibunya.. (ngalamin sendiri nih yang satu ini. Masih inggeeettttt banget. Untungnya si mbak niatnya memang cuma pengen maen ke rumah temennya yang aku lupa entah dimana, tp aku inget aku dibawa keluar rumah saat mamaku lagi kerja).

5. Oleh si mbak, kebersihan si anak kurang diperhatikan.. aku pernah loh liat anak yg abis megang kucing  trus tangan si anak langsung masuk mulut sementara si mbak lagi entah ada dimana. Kebayang gak sih berapa banyak kuman yang masuk ke tubuhnya?

6. Dan banyak bunda yang akhirnya jadi permisif sama pengasuh anaknya, dan  bahkan malah si pengasuh itu yang lebih berkuasa. segala permintaan si pengasuh diturutin karena klo nggak diturutin takut anaknya diapa-apain sama pengasuh itu, atau takut pengasuh itu resign jadinya repot lagi cari yang baru sementara pekerjaan di kantor udah numpuk, blm lagi boss yang melototin. hiiyyaaaahhhh.. sebenernya yang dititipin anak olehNya itu siapa ya?

Poin yang nomor 6 itu hasil analisaku ya terhadap mbak yang terakhir kerja di rumah dan sekarang udah pulang kampung.. Jadi si mbak ini dari ceritanya, dia sebelumnya kerja 5 thn ngasuh anak di daerah Bintaro. Trus pernah aku tanya, "koq betah banget bisa sampe 5 tahun ?" Jawabnya,"abis ibunya baik.."

Dia baru 3 bulan kerja di rumah, kerjanya pun beberes rumah+masak, nggak pegang Mas Alif, dan di rumah ada aku yang bisa kontrol kerjanya tiap hari. Tiap kali dia berbuat kesalahan, ya ditegur wajar dong yaaaa... eh..tiap ditegor malah dia jawab balik. gubrak deh..ngeyelnya setengah mati.

Aku minta tolong beli sesuatu ke warung, eh..pulangnya bilang,"mbak..tadi saya minta 2000 buat beli es." hiyah loohhh..uang 2000 nya sih nggak masalah..yang masalah adalah, kenapa nggak minta ijin dulu sama yang punya uang???

Di depan rumah ada pohon delima yang berbuah, dipetik loh buah delima nya sama dia tanpa minta ijin!!

Ngeliat dari tingkah lakunya..kesimpulanku adalah..dia betah 5 tahun kerja ngasuh anak di Bintaro itu ya karena disana dia nggak ada yang ngawasin, jarang ditegur. Bapak+Ibu majikannya kerja, lalu dia asuh anak majikannya itu, ya pastinya lah si Ibu ngasih banyak kelonggaran sama si mbak ini pasti dengan alasan supaya dia betah jadi si Ibu ini jadi serba permisif.

Bunda..kalau bisa..asuhlah anak titipanNya dengan tanganmu sendiri. Itulah kenapa ada ungkapan bahwa surga di bawah telapak kaki Ibu, bukan di bawah telapak kaki kakek/neneknya apalagi pengasuh. Berapa sih gaji bunda di kantor? belasan juta? Puluhan juta? coba bandingkan dengan pendidikan/kasih sayang/kedekatan yang tidak anak terima selama bunda di kantor..sebanding?

Alasan ekonomi ??? Ekonomi yang mana? punya mobil kan? punya motor? punya rumah? bisa makan di restoran? bisa jalan-jalan?? itu udah termasuk mewah loh..

Alasan pendidikan yang semakin mahal?? Pendidikan memang semakin mahal.. Karena itu aku memilih untuk bekerja dari rumah jadi tetep punya penghasilan.

Salam,
Herni Ardiani


YM : diani_122
FB : Herni Ardiani Rendy
Twitter : @herniachfan
Telp : +62 8111 881 772


Tips Menambahkan Gambar Latar Belakang pada Email Yahoo!

Sering kirim email ? Pastinya yaaa... Bosen dengan background email yang warnanya putiiihhhhhhhhhhh terus ? Bisa diganti loh backgroundnya..bisa pakai bermacam-macam gambar.. Begini nih caranya aku kasih tau yaa..

Untuk mengubah background pada Yahoo!Mail, kita menggunakan fitur yang disebut dengan stationery. Fitur ini  digunakan untuk mengatur gambar background pada email yang kita kirimkan. Kita dapat memilih background dari banyak pola/gambar/warna yang sudah disediakan oleh Yahoo!Mail. Setiap gambar background memiliki font dan warnanya masing-masing yang dapat kita gunakan. Atau juga font nya dapat diubah sesuai keinginan.

Begini cara lengkapnya yaaa...

1. Tulis pesan baru.
Select New > Email Message.

2. Pastikan bahwa tulisan rich text aktif.
If you see the Rich Text link, click it to turn rich text on.

3. Klik tombol Show Stationery untuk membuka panel stationery yang akan terletak di sebelah kanan layar komputer (jika panel stationery belum dibuka).
Click the Show Stationery button to open the chooser panel.

Panel stationery ini menampilkan pilihan desain gambar-gambar backgroud yang dapat dipilih.
The stationery chooser appears to the right of the message area.


4. Untuk melihat desain yang lain, klik menu Select Stationery yang ada di bagian atas dari panel stationery, kemudian pilih kategori yang diinginkan dari menu tersebut, seperti Nature, Fun, atau Abstract.

Select a category of background designs from the menu.

5. Kalau sudah menemukan gambar background yang diinginkan, silahkan gambar tersebut diklik sehingga gambar beserta format tulisan aslinya muncul pada lembar tempat menulis email.
Select a stationery for your message.

Your message with the selected stationery applied.
6. Jika tidak suka dengan gambar yang dipilih, ulangi lagi langkah 4 dan 5 untuk mencoba gambar yang lain.
7. Jika font yang ada pada gambar yang dipilih tidak ada sukai, font tersebut dapat diubah menggunakan alat untuk mengubah format text.The same message with font changes.
8. Jika sudah puas dengan gambar background yang dipilih dan sudah selesai menulis email, kirim email tersebut dengan menekan tombol Send.
Click the Send button.
Orang-orang yang menerima email Anda akan melihat tulisan email Anda beserta gambar backgroundnya yang menyertai (jika teman Anda membaca emailnya di browser atau program email yang mendukung rich text.)
An incoming message with stationery applied.
9. Fitur Stationery ini bersifat menempel, yang artinya, sekalinya kita menggunakan sebuah gambar background beserta format font nya pada satu buah email yang kita kirim, maka semua email selanjutnya juga akan menggunakan background dan format yang sama sampai dengan Anda mengubahnya ke  gambar background yang lain ataupun sampai Anda menulis email dengan format Plain Text.
Catatan : untuk saat ini belum dapat menggunakan gambar background dari gambar yang disimpan di komputer kita.

Salam,
Herni Ardiani


YM : diani_122
FB : Herni Ardiani Rendy
Twitter : @herniachfan
Telp : +62 8111 881 772


Tips Pasang Signature Pada Email Yahoo

Sering kan ya kalau kita kirim email, di bagian bawah dari email tersebut kita kasih kata-kata di "buntut" emailnya (istilahnya signature) misalnya :

Hormat Saya,
[Nama Anda]
[Jabatan]
[Nama Perusahaan]
[Alamat Perusahaan]

Nah..daripada tiap kali kirim email kita tulis signaturenya berkali-kali, lebih baik signature itu kita jadikan template aja, jadi setiap kali kirim email, signature itu udah terikut serta dalam emailnya tanpa perlu ditulis kembali.

Gimana cara bikin signature di email Yahoo! ?? Begini nih caranya yaaa..

1. Login dulu yaaa ke email Yahoo! nya..

2. Lalu di sebelah paling kanan dari email login tersebut, klik Options, lalu klik More Options.
Select More Options from the Options menu.

3. Di sebelah kiri dari halaman More Options tersebut, klik Signature. Nanti halaman Signature akan terbuka di sebelah kanannya.
Select the Signature option.

4. Pilih kalimat "Show a signature on all outgoing messages".
Select the "Show a signature on all outgoing messages" option.
note : signature dapat ditulis dalam rich text atau plain text. Kalau pada rich text, berarti tulisan pada signature tersebut dapat diubah-ubah besarnya, jenis font nya, warnanya, diberi link, dan lain-lain. Kalau pada plain text, hanya berupa tulisan saja tanpa dapat diubah-ubah besar, font, pemberian warna, link, dan lain-lain. Bagaimana teman yang membaca email dari kita melihat format tulisan signature kita tergantung dari layanan email dan browser atau aplikasi yang digunakan untuk membaca email. Jika Anda mengira bahwa layanan email yang digunakan oleh teman-teman tidak dapat menampilkan warna dan format lainnya, gunakan plain text. Plain text dapat ditampilkan pada semua jenis sistem email.

5.  Lalu tulis kalimat signature yang diinginkan di kotak yang sudah disediakan. Bisa berupa nama, quote, atau apa saja yang disukai. Hanya saja perlu diingat bahwa signature ini akan otomatis disertakan di bagian bawah dari setiap email keluar. Pastikan kalimat signature yang digunakan adalah sesuatu yang ingin Anda informasikan ke semua orang yang dikirimi email.
Type your signature in the input box.

6. Simpan perubahannya dengan klik tombol Save Changes.
Click the Save Changes button.

Setiap kali Anda menulis sebuah email, Anda akan melihat signature yang sudah dibuat di tempat untuk menuliskan email. Anda dapat menuliskan pesan email di atas, di bawah atau di mana saja dari signature tersebut. Signature ini dapat diubah sesuka Anda setiap kali mengirimkan email. Namun perubahan tersebut hanya berpengaruh pada satu email itu dan tidak akan mengubah kalimat signature secara permanen. Jika ingin mengubahnya secara permanen, ulangi lagi mulai dari langkah 5.
Your signature appears in the new message pane.

Selamat ber-email.. ;P

Sumber : Help Yahoo! Mail

Salam,
Herni Ardiani


YM : diani_122
FB : Herni Ardiani Rendy
Twitter : @herniachfan
Telp : +62 8111 881 772


Tips Membuka Pintu Rezeki

Tadi malem iseng-iseng baca bukunya Ustadz Yusuf Mansur yang udah lama dibeli tapi belum sempet dibaca. Asal buka bukunya, nemu halaman dengan judul "Shalat Sebagai Penolong Finansial Kita". Jadi begini sekilas ceritanya..

Suatu hari ada seorang suami yang dateng ke ustad Yusuf Mansur. Suami itu curhat kira-kira isi curhatannya begini, "Ustadz, kenapa ya, koq rezeki saya rasanya kurang pas...kurang pas dengan pendidikan saya, kurang pas dengan yang saya inginkan dan harapkan."

Dalam surah Ibrahim ayat 31, Allah menyatakan yang artinya, "Katakanlah kepada hamba-hambaKu yang beriman, hendaknya melaksanakan shalat..."

Dari ayat ini, hal pertama yang harus kita perhatikan adalah shalat kita, sehingga dalam konseling itu, ustadz Yusuf Mansur nanya ke Bapak itu, "Pak, shalatnya bagaimana? Sudah pas bleum? Maksudnya, sudah shalat tepat waktu belum, berjamaah atau tidak? Menghidupkan shalat-shalat sunnah nggak? Kalau hal ini berhenti di jawaban "nggak", lebih baik pulang dulu dan bereskan hal ini. Jangan melangkah ke yang lain dulu. Benerin dulu shalatnya, jangan dulu melakukan hal yang lain. Bulan depan datang lagi, nanti Saya berikan tips yang lain."

Akhirnya pulanglah sang suami itu habis konseling sama usadz Yusuf Mansur.

Kira-kira satu bulan kemudian, si suami dateng lagi. Kali ini datengnya udah lain. Kalo sebelumnya nggak bawa apa-apa, sekarang dateng bawa anggur dan segala macamnya. Wajahnya juga terang. Begitu baru dateng, langsung mengacungkan jempol. 

Katanya, "TOP dah ustadz, TOP!!"
"Top apanya?" tanya ustadz Yusuf Mansur.
"Emang shalat nomor satu! Saya mikir..ingin rezeki dari Allah, tapi dipanggil sama Allah lewat adzan aja nggak mau." kata sang suami.

Allah memanggil kita dalam adzan, "Ayo sini Saya bagi kebahagiaan," tapi kita malah cari kebahagiaan dengan jalan kita sendiri sehingga malah nggak ketemu kebahagiannya itu. Masalahnya, jalan Allah yang seharusnya kita ikuti, malah kita abaikan. Jika rezeki mau bertambah, kita juga harus melaksanakan shalat-shalat sunnah ; Shalat Rawatib qabla dan ba'diyah, shalat Dhuha, shalat Hajat, shalat Tobat, shalat Tahajud, dan shalat-shalat lainnya.

Satu hal yang menakjubkan lagi, setelah sang suami melaksanakan shalat seperti yang dianjurkan oleh ustadz Yusuf Mansur, dia dapet panggilan kerja dengan gaji 2x lipat dari gaji sebelumnya..

Bukti kuasa dan janjiNya dalam surah Al-Baqarah ayat 153 yang artinya, "Hai orang-orang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."

Yuuukkkk..kita sama-sama perbaiki shalat kita, supaya Insya Allah kehidupan kita jadi jaauuuhhh lebih baik. Amin..

Salam,
Herni Ardiani


YM : diani_122
FB : Herni Ardiani Rendy
Twitter : @herniachfan
Telp : +62 8111 881 772


Tips Anak Jadi Penurut

Ini cerita yang simpel aja sebenernya. Hasil pengamatan terhadap Mas Alif tentang mendengarkan dan didengarkan.

Selama ini kan "hukum" yang berlaku adalah anak harus selalu mendengarkan orang tua. Tapi orang tua tidak harus mendengarkan anak. Betul???

Well, setidaknya itu yang aku rasakan yaaa..

Banyak banget orang tua yang kurang mampu untuk mendengarkan anaknya..tidak hanya menggunakan telinga, tapi juga menggunakan hati. Banyak orang tua yang menganggap sepele pendapat/keinginan anak dan memaksakan pendapat mereka.

Pernah mengalami menjadi anak yang kurang didengarkan pendapatnya?? Atau malah..bingung karena koq anak sendiri gak mau dengerin orang tuanya??

Yuk sama-sama kita introspeksi..

Hukum alam itu berlaku yaaaa temen-temen.. Siapa yang mendengarkan, Insya Allah akan didengarkan.. Siapa yang mengacuhkan, Insya Allah akan diacuhkan.

Hasil didikan kita terhadap anak sejak kecil, sedikit banyak akan nentuin tingkah laku anak terhadap kita orang tuanya, dan mempengaruhi tingkah lakunya dalam mendidik anaknya sendiri nanti lloooohhh..

Waktu itu aku lupa gimana kejadiannya, tapi yang jelas, saat aku belajar untuk lebih mendengarkan keinginan Mas Alif, alhamdulillah Mas Alif tumbuh jadi anak yang lebih nurut, lebih periang, lebih percaya diri, lebih percaya bahwa Bundanya pasti akan dengerin pendapat/keinginannya, dan kalau pun ada keinginannya yang belum bisa Bunda penuhi, Mas Alif mau untuk belajar ngerti, dan Mas Alif berani untuk mengutarakan pendapatnya. 

Alhamdulillah hasil dari mendengarkan itu indah banget yaa..Padahal itu keliatannya hal yang sangat simpel dan mudah untuk dilakukan.. mendengarkan..

Jadi..  Siapin deh telinga dan hatinya lebar-lebar untuk mau belajar untuk mendengarkan anak kita..Walau anak kita masih bayi sekalipun.. ;-)

Salam,
Herni Ardiani


YM : diani_122
FB : Herni Ardiani Rendy
Twitter : @herniachfan
Telp : +62 8111 881 772